Kamis, 07 Mei 2026

INTEGRITAS ANTIKORUPSI SEBAGAI FONDASI KARAKTER BANGSA: STUDI NILAI-NILAI TOKOH BANGSA DALAM BUKU ORANGE JUICE FOR INTEGRITY

 

INTEGRITAS ANTIKORUPSI SEBAGAI FONDASI KARAKTER BANGSA: STUDI NILAI-NILAI TOKOH BANGSA DALAM BUKU ORANGE JUICE FOR INTEGRITY

Eddie Satria Hartono

garuda.satria10@gmail.com

Abstrak

Korupsi merupakan permasalahan mendasar yang menghambat terwujudnya cita-cita kemerdekaan Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945. Penelitian ini bertujuan mengkaji nilai-nilai integritas antikorupsi melalui analisis kisah-kisah tokoh bangsa yang termuat dalam buku Orange Juice for Integrity: Belajar Integritas kepada Tokoh Bangsa terbitan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dikaitkan dengan sembilan nilai antikorupsi serta materi pembelajaran PADI (Pengetahuan Antikorupsi Dasar dan Integritas). Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis konten terhadap dokumen primer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh-tokoh seperti Haji Agus Salim, Mohammad Hatta, Hoegeng Iman Santoso, Sri Sultan Hamengku Buwono IX, dan lainnya secara konsisten mewujudkan nilai-nilai jujur, sederhana, mandiri, tanggung jawab, dan berani dalam kehidupan mereka. Temuan ini membuktikan bahwa integritas antikorupsi bukan sekadar norma hukum, melainkan nilai budaya yang dapat diteladankan lintas generasi. Strategi Trisula KPK yang meliputi penindakan, pencegahan, dan pendidikan menjadi kerangka kontekstual yang memperkuat relevansi keteladanan tokoh bangsa sebagai instrumen pendidikan karakter antikorupsi.

Kata Kunci: integritas, antikorupsi, tokoh bangsa, nilai karakter, pendidikan antikorupsi

Abstract

Corruption is a fundamental problem that hinders the realization of Indonesia’s national ideals as mandated in the fourth paragraph of the 1945 Constitution’s Preamble. This study aims to examine anti-corruption integrity values through an analysis of national figures’ stories contained in the Orange Juice for Integrity book published by the Corruption Eradication Commission (KPK), linked to the nine anti-corruption values and PADI (Basic Anti-Corruption and Integrity Knowledge) learning materials. The method employed is qualitative research using content analysis of primary documents. The results show that figures such as Haji Agus Salim, Mohammad Hatta, Hoegeng Iman Santoso, Sri Sultan Hamengku Buwono IX, and others consistently embodied values of honesty, simplicity, independence, responsibility, and courage in their lives. These findings demonstrate that anti-corruption integrity is not merely a legal norm but a cultural value that can be exemplified across generations. The KPK’s Trisula strategy, encompassing enforcement, prevention, and education, serves as the contextual framework that reinforces the relevance of national figures’ exemplary conduct as an instrument for anti-corruption character education.

Keywords: integrity, anti-corruption, national figures, character values, anti-corruption education

PENDAHULUAN


Korupsi di Indonesia telah menjadi permasalahan yang mengakar dan berdampak luas terhadap seluruh sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Lebih dari sekadar kerugian finansial, korupsi merampas hak-hak rakyat atas layanan publik yang berkualitas, pendidikan yang merata, kesehatan yang terjangkau, dan keadilan yang sejati. KPK mencatat bahwa dalam rentang 2001 hingga 2012, kerugian eksplisit akibat korupsi oleh 1.842 koruptor mencapai Rp168 triliun, sementara hukuman yang dijatuhkan hanya menghasilkan tuntutan senilai Rp15 triliun. Selisih Rp153 triliun tersebut pada akhirnya menjadi beban pajak rakyat, membuktikan bahwa korupsi bukan hanya kejahatan individual, melainkan kejahatan sosial yang berdampak sistemis.

Tujuan akhir pemberantasan korupsi tidak lain adalah mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia yang tercantum dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945, yaitu melindungi segenap bangsa, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Keempat tujuan mulia tersebut tidak akan pernah dapat diraih selama korupsi masih merajalela. Karenanya, pendidikan antikorupsi dan pembentukan karakter berintegritas merupakan investasi jangka panjang yang tidak dapat ditunda.

Salah satu pendekatan yang ditempuh KPK dalam upaya pendidikan antikorupsi adalah melalui penerbitan buku Orange Juice for Integrity: Belajar Integritas kepada Tokoh Bangsa. Buku ini memuat kisah-kisah nyata para tokoh pendiri bangsa yang hidup dengan integritas tinggi, menolak korupsi bukan karena tidak mampu, melainkan karena memilih untuk tidak mau. Sebagaimana diungkapkan dalam pengantar buku tersebut: “bukan tak mampu, tapi tak mau”. Pendekatan keteladanan berbasis sejarah ini menjadi jembatan antara nilai-nilai abstrak antikorupsi dengan praktik nyata kehidupan.

Penelitian ini hadir untuk mengkaji secara mendalam nilai-nilai integritas antikorupsi yang terkandung dalam kisah-kisah tokoh bangsa tersebut, mengaitkannya dengan sembilan nilai antikorupsi yang dirumuskan KPK, serta merefleksikan relevansinya dalam konteks strategi Trisula Pemberantasan Korupsi. Rumusan masalah yang mendasari penelitian ini adalah: (1) nilai-nilai integritas antikorupsi apa saja yang tercermin dalam kisah tokoh-tokoh bangsa dalam buku Orange Juice for Integrity; (2) bagaimana nilai-nilai tersebut berkorelasi dengan sembilan nilai antikorupsi KPK; dan (3) sejauh mana keteladanan tokoh bangsa dapat menjadi instrumen efektif pendidikan karakter antikorupsi dalam kerangka strategi Trisula KPK.

Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat bahwa negara merugi Rp1,6 triliun dari korupsi di sektor pendidikan sepanjang 2016 hingga September 2021. Korupsi juga telah menghasilkan lebih dari 30 hakim dan jaksa terjerat kasus korupsi sejak 2004 hingga 2021, menghancurkan kepercayaan publik terhadap institusi penegakan hukum. Kondisi-kondisi ini semakin menegaskan urgensi pendekatan pendidikan karakter antikorupsi berbasis keteladanan historis yang menjadi fokus penelitian ini.

METODE

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten (content analysis) terhadap dokumen-dokumen primer. Analisis konten dipilih karena kemampuannya dalam mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan memaknai pesan-pesan yang terkandung dalam teks secara sistematis dan objektif (Krippendorff, 2004). Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk menggali nilai-nilai implisit maupun eksplisit yang terkandung dalam narasi kisah tokoh bangsa.

Sumber data utama penelitian ini adalah buku Orange Juice for Integrity: Belajar Integritas kepada Tokoh Bangsa terbitan KPK tahun 2014 (cetakan kedua 2015) yang memuat kisah-kisah dari dua belas tokoh bangsa Indonesia, yaitu Haji Agus Salim, Baharuddin Lopa, Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Hoegeng Iman Santoso, Ki Hadjar Dewantara, Mohammad Hatta, Mohammad Natsir, Saifuddin Zuhri, Sjafruddin Prawiranegara, R. Soeprapto, Ir. Sukarno, dan Widodo Budidarmo. Data pendukung diperoleh dari modul e-learning PADI KPK (Modul 1 hingga 4) yang memuat materi tentang tujuan pemberantasan korupsi, pengertian dan faktor korupsi, strategi pemberantasan, serta nilai-nilai integritas antikorupsi.

Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi terhadap kedua sumber tersebut. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi pernyataan, narasi, dan peristiwa yang mencerminkan nilai-nilai integritas, kemudian mengklasifikasikannya berdasarkan sembilan nilai antikorupsi KPK: jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani, dan adil. Proses triangulasi dilakukan dengan membandingkan temuan dari buku Orange Juice for Integrity dengan konteks teoretis yang termuat dalam modul PADI untuk memastikan konsistensi interpretasi.

Pengecekan keabsahan data dilakukan melalui teknik perpanjangan pengamatan terhadap teks dan konfirmabilitas melalui pencocokan temuan dengan rumusan nilai-nilai yang telah ditetapkan secara normatif oleh KPK. Analisis akhir disajikan secara deskriptif-interpretatif untuk menggambarkan pola nilai dan relevansinya terhadap pendidikan antikorupsi kontemporer.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Nilai-Nilai Antikorupsi dalam Kisah Tokoh Bangsa

Dari analisis terhadap dua puluh tiga kisah yang termuat dalam buku Orange Juice for Integrity, ditemukan bahwa seluruh dua belas tokoh bangsa secara konsisten menampilkan nilai-nilai integritas yang bersesuaian dengan sembilan nilai antikorupsi KPK. Setiap kisah tidak hanya mengandung satu nilai, melainkan jalinan beberapa nilai yang saling memperkuat.

Nilai Kejujuran dan Kesederhanaan: H. Agus Salim dan Mohammad Natsir. Haji Agus Salim, Menteri Luar Negeri Indonesia yang menguasai sembilan bahasa, memilih hidup dalam kesederhanaan yang menakjubkan. Selama menjabat sebagai menteri dalam beberapa kabinet, Agus Salim tidak memiliki rumah tetap dan berpindah dari satu kontrakan ke kontrakan lain di Jakarta. Pejabat Belanda Willem Schermerhorn menulis dalam buku hariannya: “Orang tua yang sangat pandai ini adalah seorang yang genius. Ia mampu berbicara dan menulis secara sempurna sedikitnya dalam sembilan bahasa. Kelemahannya hanya satu: ia hidup melarat.” Namun bagi Mohammad Roem, kondisi itu adalah manifestasi nyata dari prinsip Leiden is Lijden, memimpin adalah menderita. Ketika rumah kontraknya bocor saat hujan, Zainatun Nahar, istri Agus Salim, mengajak anak-anak membuat perahu kertas dan bermain bersama, mengubah kesulitan menjadi kegembiraan keluarga.

Mohammad Natsir, yang pernah menjabat Perdana Menteri dan berulang kali menjadi menteri, hanya memiliki dua stel kemeja kerja yang sudah lusuh. George McTurnan Kahin, guru besar Universitas Cornell Amerika Serikat, terkejut melihat Natsir mengenakan kemeja bertambal saat menjabat Menteri Penerangan pada 1946. Para pegawai kementeriannya bahkan mengumpulkan uang untuk membelikan Natsir baju baru. Ketika ditawari mobil mewah buatan Amerika, Natsir menolak seraya berkata kepada putrinya Lies: “Mobil itu bukan milik kita. Lagi pula, yang ada masih cukup. Cukupkan yang ada. Jangan cari yang tiada. Pandai-pandailah mensyukuri nikmat.” Kedua tokoh ini mengejawantahkan nilai kesederhanaan bukan sebagai kemiskinan yang dipaksakan, melainkan sebagai pilihan hidup yang disadari penuh.

Nilai Tanggung Jawab dan Kejujuran terhadap Negara: Mohammad Hatta dan Sjafruddin Prawiranegara. Mohammad Hatta menunjukkan tanggung jawabnya dalam urusan-urusan yang bagi banyak orang tampak sepele. Dokter Mahar Mardjono menyaksikan bagaimana Hatta memerintahkan sisa biaya pengobatan dari pemerintah yang tidak terpakai untuk dikembalikan melalui KBRI Bangkok. Setelah lengser sebagai wakil presiden, Hatta juga menolak dan mengembalikan dana nonbujeter senilai Rp6 juta yang disodorkan oleh Sekretaris Kabinet Maria Ulfah, karena menganggap uang tersebut bukan haknya. Ia berpegang pada pepatah Jerman: Der Mensch ist, war es iszt, sikap manusia sepadan dengan caranya mendapat makan. Hingga akhir hayatnya, Hatta tidak pernah dapat membeli sepatu Bally yang diidamkannya, karena meminta bantuan orang lain untuk membelinya dipandangnya akan mencederai prinsip hidupnya.

Sjafruddin Prawiranegara, yang pernah memimpin Pemerintah Darurat Republik Indonesia selama 207 hari demi mempertahankan kemerdekaan, mencontohkan nilai tanggung jawab dalam dimensi kerahasiaan negara. Ketika sebagai Menteri Keuangan ia mengeluarkan kebijakan Gunting Sjafruddin (pemotongan nilai uang dari Rp100 menjadi Rp1), ia tidak membocorkan informasi tersebut kepada istrinya Tengku Halimah, meskipun kebijakan itu memangkas tabungan keluarganya. Sementara itu, istri Sjafruddin harus berjualan sukun goreng selama 207 hari untuk menghidupi empat anak mereka yang masih kecil. Ketika istrinya protes, Sjafruddin menjawab dengan tenang: “Kalau bilang-bilang, tidak rahasia, dong!”

Nilai Keberanian dan Keadilan: Hoegeng Iman Santoso, R. Soeprapto, dan Widodo Budidarmo. Hoegeng Iman Santoso menunjukkan keberanian dalam menjaga integritas ketika meminta istrinya menutup toko bunga mereka sehari sebelum pelantikannya sebagai Kepala Jawatan Imigrasi pada 1960. Alasannya sederhana namun kuat: “Nanti semua orang yang berurusan dengan imigrasi akan memesan kembang pada toko kembang ibu, dan ini tidak adil untuk toko-toko kembang lainnya.” Saat bertugas di Sumatera Utara, Hoegeng menolak barang-barang mewah kiriman bandar judi yang hendak menyuapnya, dan mengusir semua barang tersebut ke tepi jalan sebelum mau menempati rumah dinas.

R. Soeprapto, Jaksa Agung RI periode 1950–1959 yang dikenal sebagai Bapak Kejaksaan RI, menerapkan nilai keadilan tanpa pandang bulu. Ketika putranya Susanto secara tidak sengaja menyebabkan becak terguling dan penumpangnya terluka, Soeprapto langsung memerintahkan anaknya meminta maaf dan membayar ganti rugi. Prinsipnya tegas: tidak ada imunitas dalam hukum. Prinsip ini pula yang membuatnya berani menyeret para menteri seperti Ruslan Abdulgani, Kasman Singodimejo, dan Sumitro Djojohadikusumo ke meja hijau. Saat putrinya Sylvia menerima dua gelang emas dari pengusaha Pakistan yang sedang dalam proses hukum, Soeprapto langsung memerintahkan gelang tersebut dikembalikan.

Widodo Budidarmo, Kepala Kepolisian Republik Indonesia periode 1974–1978, bahkan menyeret anaknya sendiri Agus Aditono ke pengadilan ketika secara tidak sengaja menembak dan menewaskan sopir keluarga mereka. Meskipun anak buah dan stafnya menyarankan agar peristiwa itu ditutupi demi nama baik pejabat, Widodo justru membuka kasus tersebut kepada publik melalui jumpa pers. Anaknya kemudian menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan dijatuhi hukuman percobaan. Widodo juga membuat maklumat keras bagi keluarganya agar tidak menggunakan nama dan jabatannya untuk keperluan pribadi, dan anak-anaknya lebih sering naik angkutan umum daripada diantar sopir dinas.

Nilai Kepedulian dan Kemandirian: Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Saifuddin Zuhri, dan Ki Hadjar Dewantara. Sri Sultan Hamengku Buwono IX memanifestasikan kepedulian yang melampaui batas formal jabatan. Dalam kisah yang sangat dikenal, Sultan berhenti dan mengangkut karung-karung belanjaan seorang mbok bakul (perempuan pedagang gendong) ke Pasar Kranggan menggunakan Jip Willys-nya, bahkan membantu menurunkan barang-barang tersebut di pasar. Ketika si mbok hendak membayar ongkos seperti naik oplet, Sultan menolak dengan halus. Si mbok baru sadar telah ditolong oleh sang raja setelah diberitahu pedagang lain, dan hampir pingsan mendengar kabar itu. Dalam kisah lain, Sri Sultan justru meminta Brigadir Royadin yang telah berani menilangnya karena melanggar rambu lalu lintas untuk dipindahtugaskan ke Yogyakarta dan dinaikkan pangkatnya satu tingkat, karena menilai polisi itu berani dan tegas.

Saifuddin Zuhri, Menteri Agama RI periode 1962–1967, menunjukkan kemandirian dalam cara yang mengejutkan. Setelah tidak lagi menjabat, ia diam-diam berjualan beras di Pasar Glodok setiap hari tanpa sepengetahuan keluarganya, bukan karena kekurangan uang pensiun, melainkan karena ingin keluarganya makan dari hasil jerih payah sendiri. Uang pensiunnya dikumpulkan dan digunakan untuk membeli rumah yang kemudian dijadikan Rumah Bersalin Muslimat NU, bukan untuk kepentingan pribadi. Ki Hadjar Dewantara, Menteri Pendidikan pertama Indonesia, pulang larut malam setelah dilantik tanpa makan malam istimewa; hanya mi godhok yang dibeli di pinggir jalan. Meski terlahir dari keluarga bangsawan, ia tidak sungkan membeli perabotan bekas dari lelang.

Nilai Disiplin: Baharuddin Lopa. Baharuddin Lopa (Barlop), yang pernah menjabat Jaksa Agung RI sekaligus Menteri Kehakiman pada 2001, menunjukkan disiplin yang konsisten dalam penggunaan fasilitas negara. Dalam perjalanan dinas, ia menemukan bahwa jarum penunjuk bensin mobilnya lebih penuh dari sebelumnya. Setelah mengetahui bahwa seorang jaksa bawahannya yang mengisi bensin, Lopa memerintahkan mobil berbalik arah, meminta bensin tersebut disedot kembali, seraya menegaskan: “Saya punya uang jalan untuk beli bensin, dan itu harus saya pakai.” Lopa juga melarang istri dan ketujuh anaknya menggunakan mobil dinas untuk keperluan sehari-hari, dan memasang telepon koin di rumah dinas agar pemakaian telepon dapat terpantau. Ketika diundang sebagai saksi pernikahan kerabatnya pada hari Minggu, Lopa datang dengan menumpang angkutan kota khas Makassar (pete-pete), bukan menggunakan mobil dinas, karena itu bukan acara dinas.

Korelasi dengan Sembilan Nilai Antikorupsi KPK

Berdasarkan analisis di atas, tampak jelas bahwa kisah-kisah para tokoh bangsa dalam buku Orange Juice for Integrity tidak hanya mengandung satu atau dua nilai, melainkan mencerminkan jalinan beberapa nilai antikorupsi sekaligus dalam satu peristiwa. Hal ini sejalan dengan pemahaman KPK bahwa integritas merupakan kesatuan antara pola pikir, perasaan, ucapan, dan perilaku yang selaras dengan hati nurani dan norma yang berlaku.

Kisah H. Agus Salim yang hidup berpindah kontrakan sambil tetap menolak segala bentuk gratifikasi mencerminkan nilai kesederhanaan, kemandirian, dan kejujuran secara bersamaan. Kisah Baharuddin Lopa yang menolak hadiah Rp100.000 dari Gubernur Sulawesi Tenggara dan menyerahkannya ke panti jompo mencerminkan nilai kejujuran, keadilan, dan kepedulian dalam satu tindakan. Kisah Sjafruddin Prawiranegara yang tidak membocorkan kebijakan senering kepada istrinya mencerminkan nilai tanggung jawab dan kejujuran terhadap kepentingan publik yang melampaui kepentingan keluarga pribadi.

Pola ini mengkonfirmasi pemahaman teoretis bahwa integritas tidak dapat dipilah-pilah; ia harus utuh dan konsisten. Ketika seorang tokoh menunjukkan satu nilai integritas, nilai-nilai lain cenderung menyertai secara organik. Sebagaimana diungkapkan dalam Modul 4 PADI: “Nilai integritas merupakan kesatuan antara pola pikir, perasaan, ucapan, dan perilaku yang selaras dengan hati nurani dan norma yang berlaku.” Inilah yang membuat keteladanan tokoh bangsa menjadi instrumen pendidikan karakter yang autentik, berbeda dari pembelajaran nilai-nilai abstrak yang terlepas dari konteks nyata kehidupan.

Perlu dicatat pula bahwa modul PADI KPK mendefinisikan antikorupsi sebagai semua tindakan, perkataan, atau perbuatan yang menentang korupsi dan segala macam bentuknya. Seseorang yang memahami antikorupsi akan berlaku sesuai dengan nilai-nilai integritas. Dalam konteks ini, para tokoh bangsa yang dikisahkan dalam Orange Juice for Integrity bukan hanya menghindar dari korupsi secara pasif, melainkan secara aktif membangun budaya antikorupsi melalui tindakan-tindakan nyata mereka sehari-hari.

Relevansi dalam Kerangka Trisula Pemberantasan Korupsi

Strategi Trisula KPK yang mencakup Sula Penindakan, Sula Pencegahan, dan Sula Pendidikan merupakan pendekatan komprehensif yang mengakui bahwa pemberantasan korupsi tidak dapat berhasil jika hanya mengandalkan satu jalur. Buku Orange Juice for Integrity dan materi PADI secara keseluruhan merupakan bagian dari Sula Pendidikan yang bertujuan membangun perilaku dan budaya antikorupsi dari dalam diri masyarakat.

Dalam konteks Sula Penindakan, kisah-kisah tokoh seperti Baharuddin Lopa yang berani menyeret koruptor ke pengadilan tanpa pandang bulu (termasuk sahabatnya sendiri K.H. Badawi dalam kasus pengadaan fiktif Alquran senilai Rp2 juta, serta berani mengusut keterlibatan mantan Presiden Soeharto) memberikan teladan bahwa penegakan hukum yang tegas adalah bagian dari nilai keberanian dan keadilan. R. Soeprapto yang menyeret beberapa menteri ke meja hijau membuktikan bahwa tidak ada kompromi dalam penegakan hukum, bahkan terhadap orang-orang yang berkuasa sekalipun.

Dalam konteks Sula Pencegahan, kisah-kisah tentang penolakan gratifikasi memberikan panduan konkret tentang bagaimana mencegah konflik kepentingan dalam kehidupan nyata. Baharuddin Lopa yang mengembalikan setiap hadiah kepada pemberinya seraya berkata bahwa “yang perlu diberi hadiah adalah rakyat yang susah”, Soeprapto yang mengembalikan gelang emas dari pengusaha Pakistan, Hoegeng yang menutup toko bunganya — semua tindakan ini relevan dengan regulasi KPK tentang kewajiban melaporkan gratifikasi dalam waktu 30 hari. Ini menunjukkan bahwa prinsip pencegahan korupsi sudah dipraktikkan jauh sebelum regulasi tersebut ada.

Dalam konteks Sula Pendidikan, pendekatan narasi berbasis tokoh historis terbukti efektif menyentuh dimensi afektif peserta didik. Penggunaan kisah nyata menciptakan resonansi emosional yang lebih kuat dibandingkan penyampaian nilai secara normatif semata. Hal ini relevan dengan Permenristekdikti Nomor 33 Tahun 2019 tentang kewajiban pendidikan antikorupsi di perguruan tinggi, yang membutuhkan materi yang tidak hanya informatif tetapi juga transformatif.

Belajar dari Negara Antikorupsi: Konteks Global

Perbandingan dengan negara-negara yang berhasil menekan korupsi memberikan perspektif yang memperkuat temuan penelitian ini. Denmark (skor IPK 89 pada 2025), Finlandia (88), dan Singapura (84) mencapai tingkat korupsi rendah bukan hanya melalui penegakan hukum yang ketat, tetapi terutama melalui internalisasi nilai integritas dalam budaya masyarakat sejak dini. Denmark membangun Folketing’s Ombudsmand untuk mengawasi pemerintahan, sementara Finlandia membangun sistem pendidikan yang menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kepercayaan sebagai bagian dari kurikulum karakter. Singapura melalui Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB) memiliki kewenangan menyelidiki korupsi tanpa intervensi politik.

Pola ini selaras dengan apa yang dilakukan tokoh-tokoh bangsa Indonesia dalam Orange Juice for Integrity: mereka bukan hanya menunjukkan integritas secara personal, tetapi juga mendidik lingkungan sekitar mereka tentang pentingnya nilai-nilai antikorupsi. Ir. Sukarno yang menegaskan kepada anaknya untuk tidak membawa barang-barang negara ketika meninggalkan istana, Widodo Budidarmo yang menyeret anaknya ke pengadilan meskipun kasusnya tidak disengaja, Sri Sultan yang justru menaikkan pangkat polisi yang berani menilangnya — semuanya adalah tindakan pendidikan karakter yang nyata dalam kehidupan sehari-hari. Indonesia, seperti negara-negara dengan skor IPK tertinggi, memiliki warisan teladan integritas yang kaya. Persoalannya, seperti yang diungkapkan dalam buku Orange Juice for Integrity: “Persoalannya, maukah kita meneladani jejak langkah mereka?”

PENUTUP

Simpulan

Penelitian ini berhasil membuktikan tiga hal pokok. Pertama, kisah-kisah tokoh bangsa dalam buku Orange Juice for Integrity merupakan representasi otentik dari sembilan nilai antikorupsi KPK, yang diwujudkan secara konsisten dalam berbagai konteks kehidupan: mulai dari pengelolaan fasilitas negara, penolakan gratifikasi, penegakan hukum yang tidak pandang bulu, hingga kesederhanaan gaya hidup. Kedua, nilai-nilai integritas antikorupsi dalam kisah-kisah tersebut tidak bersifat tunggal, melainkan saling terkait dan memperkuat satu sama lain, mencerminkan pemahaman bahwa integritas adalah totalitas karakter, bukan akumulasi perilaku yang terpisah-pisah. Ketiga, keteladanan tokoh bangsa merupakan instrumen pendidikan antikorupsi yang efektif karena mampu menjembatani kesenjangan antara nilai-nilai normatif dengan praktik nyata kehidupan, sekaligus membantah narasi bahwa korupsi adalah warisan budaya bangsa Indonesia.

Temuan ini menegaskan bahwa pemberantasan korupsi memerlukan pendekatan yang menyentuh tidak hanya dimensi hukum dan struktural, tetapi juga dimensi kultural dan karakter. Strategi Trisula KPK yang mengintegrasikan penindakan, pencegahan, dan pendidikan merupakan kerangka yang tepat untuk mewujudkan hal tersebut. Kisah-kisah tokoh bangsa adalah bukti sejarah bahwa Indonesia pernah memiliki pemimpin-pemimpin yang amanah, jujur, sederhana, dan sangat bertanggung jawab; dan dari mereka kita bisa optimistis bahwa menjadi pribadi berintegritas bukanlah kemustahilan.

Saran

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran dapat dikemukakan. Pertama, kisah-kisah tokoh bangsa seperti yang termuat dalam buku Orange Juice for Integrity hendaknya diintegrasikan secara lebih sistematis ke dalam kurikulum pendidikan karakter di semua jenjang, dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi, sebagai wujud implementasi Permenristekdikti Nomor 33 Tahun 2019. Kedua, perlu dilakukan penelitian lanjutan yang mengkaji efektivitas penggunaan narasi tokoh historis sebagai metode pendidikan antikorupsi dibandingkan dengan metode konvensional. Ketiga, dokumentasi kisah-kisah integritas dari tokoh-tokoh daerah dan sektor swasta perlu dikembangkan untuk memperkaya khazanah keteladanan antikorupsi yang relevan dengan konteks lokal. Keempat, KPK dan institusi pendidikan perlu berkolaborasi dalam mengembangkan modul pembelajaran interaktif berbasis kisah tokoh bangsa yang dapat menjangkau generasi digital secara lebih luas dan efektif.

DAFTAR PUSTAKA

Atmakusumah (ed.). (2011). Takhta untuk Rakyat: Celah-Celah Kehidupan Sultan Hamengku Buwono IX. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Basral, Akmal Nasery. (2011). Presiden Prawiranegara: Kisah 207 Hari Syafruddin Prawiranegara Memimpin Indonesia. Jakarta: Mizan Pustaka.

Hakiem, Lukman (ed.). (2008). 100 Tahun Mohammad Natsir: Berdamai dengan Sejarah. Jakarta: Republika.

Handoyo, Eko. (2013). Pendidikan Antikorupsi. Semarang: Widya Karya Press.

Komisi Pemberantasan Korupsi. (2015). Orange Juice for Integrity: Belajar Integritas kepada Tokoh Bangsa (Cetakan kedua). Jakarta: KPK.

Komisi Pemberantasan Korupsi. (2021). Kapita Selekta dan Beban Biaya Sosial Korupsi. Jakarta: KPK.

Komisi Pemberantasan Korupsi. (2025). Modul e-Learning PADI (Pengetahuan Antikorupsi Dasar dan Integritas) Modul 1–4. Jakarta: KPK, ACLC.

Krippendorff, K. (2004). Content Analysis: An Introduction to Its Methodology (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Santosa, Aris, dkk. (2009). Hoegeng: Oase Menyejukkan di Tengah Perilaku Koruptif Para Pemimpin Bangsa. Jakarta: Penerbit Bentang.

Sularto, St. (ed.). (2004). Haji Agus Salim (1884-1954): Tentang Perang, Jihad, dan Pluralisme. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Swasono, Meutia Farida (ed.). (1980). Bung Hatta: Pribadinya dalam Kenangan. Jakarta: UI Press dan Sinar Harapan.

Transparency International. (2025). Corruption Perceptions Index 2025. Berlin: Transparency International.

Yahya, Iip D. (2004). Mengadili Menteri Memeriksa Perwira: Jaksa Agung Soeprapto dan Penegakan Hukum di Indonesia Periode 1950–1959. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Zuhri, Saifuddin. (1987). Berangkat dari Pesantren. Jakarta: Gunung Agung.

Pernafasan Dada


Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.
1. Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
2. Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antara tulang rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.

Gambar 1
Mekanisme inspirasi dan ekspirasi pada manusia
b. Pernapasan Perut

Pernapasan perut merupakan pernapasan yang mekanismenya melibatkan aktifitas otot-otot diafragma yang membatasi rongga perut dan rongga dada.
Mekanisme pernapasan perut dapat dibedakan menjadi dua tahap yakni sebagai berikut.
1. Fase Inspirasi. Pada fase ini otot diafragma berkontraksi sehingga diafragma mendatar, akibatnya rongga dada membesar dan tekanan menjadi kecil sehingga udara luar masuk.
2. Fase Ekspirasi. Fase ekspirasi merupakan fase berelaksasinya otot diafragma (kembali ke posisi semula, mengembang) sehingga rongga dada mengecil dan tekanan menjadi lebih besar, akibatnya udara keluar dari paru-paru.




1. Usia
Anak-anak lebih banyak frekuensi pernafasannya daripada orang dewasa. Hal ini disebabkan anak-anak masih dalam usia pertumbuhan sehingga banyak memerlukan energi. Oleh sebab itu, kebutuhannya akan oksigen juga lebih banyak dibandingkan orang tua.

2. Jenis kelamin.

Laki-laki lebih banyak frekuensi pernafasannya daripada perempuan. semakin banyak energi yang dibutuhkan, berarti semakin banyak pula O2 yang diambil dari udara. Hal ini terjadi karena laki-laki umumnya beraktivitas lebih banyak daripada perempuan

3. Suhu tubuh

Semakin tinggi suhu tubuh (demam) maka frekuensi pernapasan akan semakin cepat.

di lingkungan yang panas tubuh mengalami peningkatan metabolisme untuk mempertahankan suhu agar tetap stabil. Untuk itu tubuh harus lebih banyak mengeluarkan keringat agar menurunkan suhu tubuh. Aktivitas ini membutuhkan energi yang dihasilkan dari peristiwa oksidasi dengan menggunakan oksigen sehingga akan dibutuhkan oksigen yang lebih banyak untuk meningkatkan frekwensi

4. Posisi tubuh
Frekuensi pernapasan meningkat saat berjalan atau berlari dibandingkan posisi diam. frekuensi pernapasan posisi berdiri lebih cepat dibandingkan posisi duduk. Frekuensi pernapasan posisi tidur terlentar lebih cepat dibandingkan posisi tengkurap

5. Kegiatan Tubuh
Untuk membuktikan pengaruh faktor ini, Anda dapat melakukan perbandingkan antara orang yang bekerja dengan orang yang tidak bekerja. Mana yang lebih banyak frekuensi bernapasnya? Jika diperhatikan, orang yang melakukan aktivitas kerja membutuhkan energi. Berarti semakin berat kerjanya maka semakin banyak kebutuhan energinya, sehingga frekuensi pernapasannya semakin cepat.




Udara pernapasan
Oksigen yang masuk dan keluar melalui alat-alat pernapasan disebut udara pernapasan. Udara pernapasan pada manusia dibedakan menjadi enam macam, yaitu:

1. Udara pernapasan biasa (volume tidal) --> VT
Merupakan udara yang masuk dan keluar paru-paru pada saat pernapasan biasa. Volume udara yang masuk dan keluar sebanyak 500 ml

2. Udara cadangan inspirasi (udara komplementer) --> UK
Merupakan udara yang masih dapat dimasukkan ke dalam paru-paru secara maksimal, setelah melakukan inspirasi normal. Besarnya udara komplementer adalah 2500 - 3000 ml

3. Udara cadangan ekspirasi (udara suplementer) --> US
Merupakan udara yang masih dapat dikeluarkan dari paru-paru secara maksimal setelah melakukan ekspirasi biasa. Besarnya udara suplementer adalah 1250 - 1300 ml

4. Udara residu --> UR
merupakan udara yang tersisa di dalam paru-paru, yang berfungsi untuk menjaga agar paru-paru tetap dalam keadaan mengembang. besarnya udara residu adalah 1200 ml.
Volume udara pernapasan
* Volume udara pernapasan berkisar 500 - 3500 ml
* Dari 500 ml udara yang dihirup, hanya 350 ml yang sampai di alveolus, sisanya hanya sampai saluran pernapasan.
* Jumlah oksigen yang diperlukan sehari untuk tiap individu sebesar 300 cc.

Kapasitas paru-paru

1. Kapasitas vital --> KV
Merupakan kemampuan paru-paru mengeluarkan udara secara maksimal setelah melakukan inspirasi secara maksimal.
Kapasitas paru-paru dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:
KV = VT + UK + US

Berdasarkan rumus di atas kapasitas vital paru-paru adalah sebesar 4750 ml
2. Kapasitas total --> KT
Merupakan udara yang dapat tertampung secara maksimal di paru-paru secara keseluruhan.
Kapasitas total paru-paru dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:

KT = KV + UR

Berdasarkan rumus di atas dapat dihitung kapasitas total paru-paru adalah sebesar 5800 ml



Mekanisme Pernafasan
Mekanisme pernafasan pada manusia dibedakan atas dua macam yaitu pernafasan dada dan pernafasan perut.
Pernafasan Dada
Terjadi karena aktifitas otot antar tulang rusuk. Apabila otot-otot antar tulang rusuk berkerut (berkonstraksi), maka tulang rusuk akan terangkat dan volume rongga dada akan membesar. Keadaan ini akan menyebabkan penurunan tekanan udara di dalam paru-paru sehingga udara luar yang kaya O2akan masuk ke dalam paru-paru. Proses inilah sesungguhnya yang disebut dengan inspirasi pada pernafasan dada.
Apabila otot antar tulang rusuk berelaksasi (kendor) yang terjadi adalah tulang-tulang rusuk menekan dan mengakibatkan ruang rongga dada mengecil sehingga mengakibatkan tekanan udara di dalam paru-paru pun meningkat sehingga udara dalam paru-paru yang kaya CO2 terdorong ke luar. Proses ini dikenal dengan ekspirasi pada pernafasan dada




Pernafasan Perut

Terjadinya pernafasan perut disebabkan oleh adanya aktifitas otot-otot diafragma, yaitu bagian yang membatasi rongga perut dan rongga dada. Apabila otot diafragma berkontraksi maka posisi diafragma akan mendatar, hal ini akan mengakibatkan ruang rongga dada membesar sehingga tekanan udara di paru-paru menurun dan akan mengakibatkan udara luar masuk ke dalam paru-paru. Proses ini disebut inspirasi pada pernafasan perut.
Dan apabila otot difragma mengendor/relaksasi mengakibatkan ruang rongga dada mengecil dan mengakibatkan tekanan dalam paru-paru meningkat, keadaan ini mengakibatkan udara dalam paru-paru akan terdorong keluar. Peristiwa ini disebut dengan ekspirasi pernafasan perut.





4. Mekanisme Pernapasan Manusia

Jika Anda perhatikan Gambar 6.7 dan 6.8 pada dasarnya paru-paru merupakan benda elastis. Volume dan tekanan paru-paru diatur oleh bagianbagian yang membatasinya, yaitu rongga dada dan perut, karena itu mekanisme paru-paru juga diatur oleh kedua bagian tubuh ini, sehingga kita kenal ada 2 macam mekanisme pernapasan pada manusia sebagai berikut.
a. Pernapasan Dada
Pernapasan dada terjadi bila otot-otot tulang rusuk luar berkontraksi, akibatnya tulang rusuk naik dan volume rongga dada akan lebih kecil daripada udara luar. Karena adanya perbedaan tekanan udara ini, maka udara luar masuk ke dalam rongga dada, sehingga terjadi proses inspirasi. Proses ekspirasi terjadi apabila otot antar tulang rusuk dalam berkontraksi. Akibatnya, tulang rusuk turun dan volume rongga dada mengecil, sehingga tekanan udara di dalam rongga dada akan lebih besar. Selanjutnya, udara akan terdorong ke luar. Untuk memahami penjelasan di atas, perhatikan urutannya berikut ini!
 Urutan pernapasan dada
Proses inspirasi

Tulang rusuk berkontraksi - tulang rusuk naik - volume rongga
dada membesar, berakibat tekanan udaranya kecil - udara masuk
Proses ekspirasi
Tulang rusuk mengendur-tulang rusuk turun-volume rongga
dada mengecil berakibat tekanan udaranya besar - udara keluar

b. Pernapasan Perut
Pada proses pernapasan ini, fase inspirasi terjadi apabila otot diafragma (sekat rongga dada) mendatar dan volume rongga dada membesar, sehingga tekanan udara di dalam rongga dada lebih kecil daripada udara di luar, akibatnya udara masuk. Adapun fase ekspirasi terjadi apabila otot-otot diafragma mengkerut (berkontraksi) dan volume rongga dada mengecil, sehingga tekanan udara di dalam rongga dada lebih besar daripada udara di luar. Akibatnya udara dari dalam terdorong ke luar. Untuk memahami penjelasan ini, perhatikan pula urutannya di bawah ini!
Urutan pernapasan perut
Proses inspirasi

Otot-otot mengendur - Otot diafragma mendatar - volume
rongga dada membesar - tekanan udara rongga dada lebih kecil - udara masuk
Proses ekspirasi
Otot diafragma berkontraksi- volume rongga dada mengecil -tekanan udara rongga dada lebih besar - udara ke luar
Proses yang terjadi pada pernapasan dada dan perut tersebut dapat diperjelas dengan Gambar 6.9 dan 6.10


berikut!

Terkadang kita mengalami bersin-bersin, misalnya saat udara berdebu. Bersin merupakan usaha tubuh untuk mengeluarkan benda asing (kotoran atau kuman) dari saluran pernapasan. Proses ini merupakan proses ekspirasi yang mendadak. Otot-otot perut mengalami kontraksi secara tiba-tiba, sehingga isi perut mendorong diafragma ke atas. Keadaan ini mengakibatkan rongga dada mengecil secara tiba-tiba dan tekanan dalam paru-paru menjadi tinggi sehingga udara dikeluarkan dengan keras dari paru-paru. Seringkah Anda mengalami peristiwa ini? Jika iya, apa yang Anda rasakan?

5. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Frekueunsi Pernapasan

Proses inspirasi dan ekskresi berlangsung sebanyak 15 sampai dengan 18 kali setiap menit, tetapi frekuensi ini pada setiap orang berbeda-beda, karena dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut.
a. Umur
Untuk mengetahui pengaruh umur terhadap frekuensi pernapasan, Anda dapat membandingkan pernapasan antara orang tua dengan anakanak. Manakah frekuensi pernapasannya yang lebih banyak, orang tua ataukah anak-anak? Lebih banyak pada anak-anak, bukan? Mengapa demikian? Hal ini disebabkan anak-anak masih dalam usia pertumbuhan sehingga banyak memerlukan energi. Oleh sebab itu, kebutuhannya akan oksigen
juga lebih banyak dibandingkan orang tua.
b. Jenis Kelamin
Coba Anda bandingkan pengaruh faktor ini pada teman-teman sekelas Anda. Lebih cepat mana frekuensi pernapasan antara laki-laki dan perempuan? Mestinya frekuensi pernapasan laki-laki lebih cepat daripada perempuan. Mengapa terjadi demikian? Ingat kembali penjelasan di atas! Bahwa semakin banyak energi yang dibutuhkan, berarti semakin banyak pula O2 yang diambil dari udara. Hal ini terjadi karena laki-laki umumnya
beraktivitas lebih banyak daripada perempuan.

c. Suhu Tubuh
Jika dihubungkan dengan kebutuhan energi, ada hubungan antara pernapasan dengan suhu tubuh, yaitu bahwa antara kebutuhan energi dengan suhu tubuh berbanding lurus. Artinya semakin tinggi suhu tubuh, maka kebutuhan energi semakin banyak pula sehingga kebutuhan O2 juga semakin banyak.
 
d. Posisi Tubuh
Posisi tubuh seseorang akan berpengaruh terhadap kebutuhan energinya. Coba Anda bandingkan posisi antara orang yang berbaring dengan orang yang berdiri! Manakah yang lebih banyak frekuensi antara keduanya? Tentunya orang yang berdiri lebih banyak frekuensi pengambilan O2 karena otot yang berkontraksi lebih banyak sehingga memerlukan energi yang lebih banyak pula.
 
e. Kegiatan Tubuh
Untuk membuktikan pengaruh faktor ini, Anda dapat melakukan perbandingkan antara orang yang bekerja dengan orang yang tidak bekerja. Mana yang lebih banyak frekuensi bernapasnya? Jika diperhatikan, orang
yang melakukan aktivitas kerja membutuhkan energi. Berarti semakin berat kerjanya maka semakin banyak kebutuhan energinya, sehingga frekuensi pernapasannya semakin cepat.

Volume Udara Pernapasan Paru - Paru


Volume udara pernapasan dapat diukur menggunakan respirometer. Secara garis besar, volume udara pernapasan dapat dibedakan menjadi enam sebagai berikut.

a. Volume tidal (tidal volume)


yaitu volume udara pernapasan(inspirasi) biasa, yang besarnya lebih kurang 500 cc (cm3) atau 500 mL.

b. Volume cadangan inspirasi (inspiratory reserve volume) atau udara komplementer


yaitu volume udara yang masih dapat dimasukkan secara maksimal setelah bernapas (inspirasi) biasa, yang besarnya lebih kurang 1.500 cc (cm3) atau 1.500 mL.

c. Volume cadangan ekspirasi (expiratory reserve volume) atau udara suplementer


yaitu volume udara yang masih dapat dikeluarkan secara maksimal setelah mengeluarkan napas (ekspirasi) biasa, yang besarnya lebih kurang 1.500 cc (cm3) atau 1.500 mL.

d. Volume sisa/residu (residual volume)


yaitu volume udara yang masih tersisa di dalam paru-paru setelah mengeluarkan napas (ekspirasi) maksimal, yang besarnya lebih kurang 1.000 cc (cm3) atau 1.000 mL.

e. Kapasitas vital (vital capacity)


yaitu volume udara yang dapat dikeluarkan semaksimal mungkin setelah melakukan inspirasi semaksimal mungkin juga, yang besarnya lebih kurang 3.500 cc (cm3) atau 3.500 mL. Jadi, kapasitas vital adalah jumlah dari volume tidal + volume cadangan inspirasi + volume cadangan ekspirasi.

f. Volume total paru-paru (total lung volume)


yaitu volume udara yang dapat ditampung paru-paru semaksimal mungkin, yang besarnya lebih kurang 4.500 cc (cm3) atau4.500 mL. Jadi, volume total paru-paru adalah jumlah dari volume sisa + kapasitas vital.

Secara ringkas, volume udara pernapasan pada manusia dapat dijelaskan melalui grafik pada Gambar 7.7 di bawah ini.



Dapat diketahui bahwa volume udara pernapasan setiap orang berbeda-beda. Hal ini disebabkan karena setiap orang memiliki volume paru-paru yang berbeda-beda juga. Volume paru-paru selain dipengaruhi oleh faktor genetik, juga dipengaruhi oleh latihan. Para atlet, perenang, dan orang yang berlatih yoga memiliki volume paru-paru yang lebih besar. Demikian pula orang yang tinggal di dataran tinggi di mana kadar oksigennya rendah cenderung memiliki volume paru-paru yang lebih besar. Laki-laki pada umumnya memiliki volume paru-paru lebih besar dari wanita.

Dalam keadaan biasa, manusia mengisap dan mengeluarkan udara pernapasan kurang lebih 500 cc. Bila setengah liter ini telah diembuskan, maka dengan mengerutkan otot perut kuat-kuat, masih dapat mengembuskan satu setengah liter udara cadangan di dalam paru-paru.

Sebaliknya, sesudah menghirup udara setengah liter, kita masih dapat menghirup kuat-kuat satu setengah liter udara lagi. Jadi, jumlah udara yang terdapat dalam sistem pernapasan yaitu antara setengah dan tiga setengah liter. Jumlah udara pernapasan sekian itu dapat dimanfaatkan secara teratur oleh para olahragawan yang terlatih.

Meskipun ada 500 cc udara yang dapat kita hirup dalam keadaan biasa, tetapi hanya 350 cc yang dapat sampai di gelembung paru paru, sedangkan yang 150 cc lainnya hanya sampai di saluran pernapasan saja.

Rabu, 14 Juni 2017

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN IKAN

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN IKAN
Oleh :
EDDIE SATRIA HARTONO
150302072














  BIOLOGI PERIKANAN
PROGRAM STUDI MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

2017




KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan berkah dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “Pertumbuhan dan Perkembangan Ikan .
Penulis mengucapkan terima kasih kepada Dr. Ibu Ani Suryanti S. Pi, M. Si sebagai dosen penanggung jawab yang telah membantu dalam menyusun makalah ini.
            Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan makalah selanjutnya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak baik penulis sendiri maupun pembaca. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih.





    Medan,   Juni  2017



                                                                                                                               Penulis





PENDAHULUAN
Latar Belakang                                                                                                                     
            Indonesia merupakan Negara maritim yaitu Negara yang ¾ bagiannya merupakan daerah Laut. Selain perairan laut, ada juga perairan yang juga terdapat di Negara Indonesia yaitu sungai, danau, dan waduk. Dapat kita bayangkan bahwa dari banyaknya perairan yang ada di Negara Indonesia akan memiliki sumber daya perairan yang beranekaragam sehingga dapat diolah baik dari jenis ikan-ikanan maupun dari hewan-hewan air lainnya.
Perikanan adalah suatu usaha atau kegiatan manusia untuk memanfaatkan sumber daya perairan, baik tumbuh-tumbuhan maupun hewan yang hidup pada daerah perairan laut maupun perairan tawar yang apabila diolah akan menambah sector pendapatan  bagi orang/badan yang mengelola hasil perikanan ini .
Pembangunan di sektor perikanan mengacu kepada pembangunan Nasional yang di selaraskan dengan kondisi wilayah dengan tidak lepas dari kebijakan pemerintah daerah dalam mendukung konsep untuk meningkatkan daya tahan ke daerahan atas dasar kekuatan sendiri. Perairan Indonesia sebagai perairan tropis, memiliki plasma nuftah perikanan yang sangat banyak. Spesies ikan sangat beragam, ada yang berukuran besar dan ada yang berukuran kecil. Sebagian diantaranya dapat dijadikan ikan hias dan sebagian lagi dijadikan ikan konsumsi, terutama ikan yang berukuran besar.
Ikan terdiri dari banyak sekali spesies di dunia yang memiliki kekhasan tersendiri dan yang telah berhasil diidentifikasi para ahli ikhtiologi di dunia ini ada sekitar 20.000 – 40.000 spesies. Bahkan ratusan spesies diantaranya telah memiliki varietas atau strain yang mencapai ratusan varietas. Terutama sekali dari spesies ikan yang telah berhasil dibudidayakan dan populer di dunia sebagai ikan hias. Perkembangan jumlah strain dan varietas yang terus meningkat ini terjadi karena adanya kemajuan di bidang teknologi dan ilmu pengetahuan serta adanya kegiatan kontes ikan hias yang telah turut mendorong pembreeder menciptakan strain baru untuk spesies-spesies ikan yang sudah populer.
Pengetahuan tentang pengenalan ikan merupakan salah satu aspek yang sangat penting khususnya dalam kegiatan melaksanakan identifikasi, sehingga berdasarkan data yang telah diuraikan dapat dengan mudah mengelompokkan jenis-jenis ikan yang masih termasuk satu golongan ataupun pada ikan yang berlainan jenis maupun golongan.
Studi mengenai jenis kelamin dari suatu spesies ikan merupakan suatu kegiatan yang cukup menarik. Terutama bagi orang-orang yang sangat senang menekuni bidang budidaya perikanan maupun melakukan penelitian dibidang biologi perikanan. Karena individu setiap spesies ikan memiliki ciri-ciri khusus sebagai penentu apakah individu ikan itu berjenis kelamin jantan atau betina. Penampakan ciri-ciri tersebut dapat diketahui melalui pengamatan terhadap organ reproduksi yang dimiliki dan juga dapat dilihat melalui penampakan ciri-ciri pada permukaan tubuhnya.
 Setiap individu dari setiap spesies ikan memiliki ciri – ciri khusus sebagai penentu apakah indi-vidu ikan itu berjenis kelamin jantan atau betina. Penampakan ciri – ciri seksual ini pada beberapa spesies ikan baru nyata terlihat apabila individu ikan mengalami kematangan gonad (kelamin), akan tetapi pada beberapa spesies ikan lainnya ciri–ciri seksual itu dapat terlihat dengan jelas walaupun individu ikan tersebut belum matang gonad ataupun sudah selesai memijah karena dapat terlihat pada ciri–ciri morfologi pada permukaan tubuhnya. Oleh karena itu sangat diperlukan pengetahuan tentang tingkat kematangan gonad dari setiap individu ikan sehingga membantu mereka yang berkecimpung di bidang budidaya perikanan dan biologi perikanan untuk menghitung jumlah ikan dewasa yang siap bereproduksi dan memijah, kapan mereka akan memijah dan bertelur serta kapan dan berapa telur yang akan dibuahi dan menetas serta perbandingan antara ikan yang belum matang gonad dengan yang sudah matang, ikan yang belum dewasa dengan yang sudah dewasa dan ikan yang belum bereproduksi dengan yang sudah.
 Penampakan ciri-ciri seksual ini pada beberapa spesies ikan baru nyata terlihat apabila individu ikan sudah mengalami matang gonad (kelamin), akan tetapi pada beberapa spesies ikan lainnya ciri-ciri seksual itu dapat terlihat dengan jelas walaupun individu ikan tersebut belum matang gonad ataupun sudah selesai memijah. Dengan dikenalinya penampakan ciri-ciri seksual dari setiap individu pada spesies ikan maka akan sangat membantu bagi orang-orang yang berusaha dibidang budidaya perikanan dan juga penelitian di bidang biologi perikanan. Seksualitas ikan dapat ditentukan dengan mengamati ciri-ciri seksual sekunder dan seksual primer. Pengamatan seksual primer harus dengan pembelahan diperut ikan. Sedangkan seksual skunder dengan memperhatikan ciri-ciri morfologi yaitu bentuk tubuh. Organ pelengkap dan warna.
Pertumbuhan adalah Proses pertambahan volume dan jumlah sel sehingga ukuran tubuh makhluk hidup tersebut bertambah besar. Pertumbuhan bersifat irreversible atau tidak dapat bali dan dapat diukur. Sedangkan Pengertian Perkembangan adalah proses perubahan menuju kedewasaan melalui proses pertumbuhan dan diferensiasi.
Tujuan Makalah
            Tujuan dari penulisan   makalah hasil makalah ini adalah :
1. Untuk mengetahui Pertumbuhan Dan Perkembangan Ikan.
2.   Untuk mengetahui Pertumbuhan Dan Perkembangan Embrional Ikan.
3.   Untuk mengetahui Pertumbuhan Dan Perkembangan Gonad Ikan.
Manfaat Makalah
            Manfaat penulisan makalah ini adalah sebagai sumber informasi mengenai pengenalan Pertumbuhan Dan Perkembangan Ikan.







TINJAUAN PUSTAKA
Pertumbuhan Dan Perkembangan Embrional Ikan
Gametogenesis  merupakan  proses  pembentukan  gamet  yang  terjadi  di  dalam gonade.Proses tersebut pada hewan jantan disebut spermatogenesis yang terjadi di dalam  testis,  sedang  pada  hewan  betina  disebut  oogenesis  yang  terjadi  di  dalam ovarium.  Gametogenesis  merupakan  pembelahan  pemasakan  yaitu  dengan pembelahan meiosis sehingga sel kelamin yang dibentuk bersifat haploid.
Spermatogenesis  berlangsung  dengan  2  tahap  yaitu  spermatositogenesis  dan  spermiogenesis  (metarnorfosis).  Spermatositogenesis  diawali  dari  spermatogonium  (diploid) kemudian memasuki pembelahan meiosis I sebagai spermatosit primer akan  membentuk 2 spermatosit sekunder. Spermatosit sekunder mengalami pembelahan  meiosis II masing-masing membentuk dua spermatid. Diferensiasi spermatid menjadi  spermatozoon disebut dengan spermiogenesis. Spermatogenesis terjadi pada dinding  tubulus  seminiferus  testis  sehingga  pada  dinding  tersebut  dapat  diamati  berbagai  stadium perkembangan rnulai dan bagian penifer sampai ke lumen. Selain terdapat sel  spermatogenik juga dapat ditemukan sel Sertoli yang berfungsi untuk memberi nutrisi  bagi sperma yang terbentuk.
Embriogenesis adalah tahap perkembangan telur dari peleburan sel telur dan sel sperma  hingga  menetas.  Tahap  embriogenesis  terdiri  dari  stadia  cleavage,  morula, blastula, gastrula, organogenesis dan penetasan. Perkembangan larva merupakan tahap perkembangan dari penetasan hingga larva mengalami penyempurnaan bentuk. Mortalitas terjadi pada fase awal kehidupan yaitu fase larva. Mortalitas alami larva dapat disebabkan oleh ketersediaan sumber energi, predator, penyakit dan lingkungan biotik yang berhubungan dengan larva. 
Pembelahan terjadi secara holoblastik, meskipun pada daerah vegetal lebih lambat. Blastema pada polus vegetativus relatif lebih besar sebab yolk lebih banyak, sedang pada polus animalis lebih kecil dan membentuk blastoderm. Blastula bertipe discoblastula dengan rongga yang relatif sempit. Blastoderm ada yang membentuk blastodisc. Periblast merupakan kelompok sel yang membentuk lapisan sinsitial yang menyelubungi yolk yang tidak ikut membelah. Periblast berfungsi membantu memobilisasi yolk untuk pertumbuhan embrio.
Gastrulasi  merupakan  stadium  perkembangan  yang  sel-selnya  membentuk  lapisan lembaga  (germ  layer)  yang  terdapat  di  sekitar  tubulus  endodermal  (usus  primitif). Ruang  tertutup  di  dalam  usus  primitif  tersebut  dikenal  dengan  gastrocoel  atau archenteron. Neurulasi merupakan proses pembentukan tubulus ektodermal (canalis neuralis). Di dalam tubulus ini terdapat ruangan yang disebut neurocoel. Gastrulasi dan neurulasi sebagian besar merupakan proses penyusunan kembali sel-sel blastula di dalam  embrio.  Selama  proses  tersebut,  3  lapisan  lembaga  akan  terbentuk  yang merupakan ciri khas primitif dan mesoderm terdapat diantara 2 lapisan tersebut. Selain gastrula mempunyai 3 lapisan (triploblastik) tersebut yang umumnya pada Vertebrata, juga terdapat gastrula dengan 2 lapisan (diploblastik) yang terdapat pada sea urchin.
Pada  pembelahan  ditandai  dengan  pembelahan  sel,  dan  pada  gastrulasi  ditandai dengan penyusunan kembali seluruh sel yaitu dengan terjadi gerakan sel (gerakan morfogenesis).  Gerakan  sel  dapat  berlangsung  dipermukaan  embrio  (Epiboli )  dan dapat pula berlangsung di dalam embrio (emboli). Epiboli  meliputi ektensi (melebar) dan elongasi (memanjang). Sedang emboli meliputi; invaginasi (melekuk), evaginasi (menonjol), involusi (melekuk dan memutar), ingresi (muncul dan lapisan), convergensi (menyempit), divergensi (melebar), delaminasi (tergeser dan sekitamya) dan intercalasi (terdesak).
  Pembelahan sel (Cleavage) berlangsung setelah terjadi pembuahan, dimana pada saat kedua sel gamet bersatu dan membentuk zigot.  Pembelahan I pada sel telur ikan mandarin terjadi setelah pemijahan dengan interval waktu 31 menit sudah menghasilkan zigot yang membelah menjadi dua sel atau stadium blastomer turunan pertama dengan bentuk dan ukuran sama besar, tetapi ukurannya lebih kecil dari satu sel sebelumnya. Terjadinya pembelahan dua sel diawali dengan  terbentuknya  garis  lurus  pada  pusat  blastomer  yang  kemudian  mengecil  dan  kemudian membelah menjadi dua sel yang ukuran selnya sama besar. 
  Pada pembelahan I ini terlihat dengan jelas sudah terbentuknya ruang perivetilin, kantung telur dan dua buah sel blastomer. Pada saat pembelahan I  terjadi, lapisan korion mengeras yang berfungsi untuk melindungi proses pembelahan sel selanjutnya agar tidak rusak. Pembelahan tahap I pada telur ikan mandarin sama yang terjadi pada telur ikan buta (Astyanax fasciatus) dimana terbentuk dua buah blastomer dengan ukuran yang sama besar, tetapi waktu yang ditempuh pada pembelahan tahap I telur ikan buta lebih lama yaitu satu jam dua puluh menit setelah pembuahan. selain itu pada telur ikan blue devil pembelahan I terbentuk dua buah blastomer yang sama besar pada kutub anima, dengan waktu yang tempuh satu jam dua puluh dua menit.
  Stadia morula merupakan pembelahan akhir dari cleavage. Hasil pengamatan dalam pengamatan  menunjukan stadia morula pada telur ikan mandarin mulai terbentuk setelah pembuahan, dimana blastomer-blastomer yang terbentuk berlangsung dengan cepat, dan berukuran sangat kecil, serta sulit untuk menghitung jumlah selnya.  Awal terbentuknya stadia morula adalah terbentuknya 32 sel yang merupakan turunan blastomer ke  lima.  Stadia  morula  adalah  stadia  dimana  blastomer-blastomer  yang  terbentuk  akan  memadat sehingga menjadi blastodisk pada kutub anima yang membentuk dua lapisan sel. Morula merupakan salah satu stadia perkembangan embrio pada saat pembelahan mencapai 32 sel. Pada stadia morula, pembelahan zigot berlangsung cepat sehingga sel anak tidak sempat tumbuh dan mengakibatkan sel anak makin lama makin kecil, sesuai dengan tingkat pembelahan.
  Stadia blastula terbentuk setelah stadia morula berakhir, dimana stadia blastula pada telur ikan setelah pembuahan. Pada  stadia  blastula, blastomer membelah  beberapa  kali membentuk  blastomer-blastomer  dengan ukuran yang makin kecil, sehingga tempat pada stadia morula blastomer semula padat akan terbentuk ruangan  kosong  yang  disebut  blastosul  yang  ditutupi  oleh  blastoderm  dan pada  sisi luar terdapat epiblast. Antara blastosul dan blastoderm dipisahkan oleh hypoblast primer.
  Proses perkembangan setelah stadia blastula adalah stadia gastrula yang merupakan saat blastula terus  mengalami pembelahan  dan  pertambahan  jumlah  sel. Proses  awal  terbentuk stadia  gastrula adalah setelah  pembuahan,  dimana  kutub  anima terbentuknya blastodisk akan berusaha membungkus kutub vegetatif dengan bergerak dan melakukan. Ada dua jenis proses pergerakan sel dalam stadia gastrula yaitu epiboli yang merupakan  pergerakan sel-sel yang dianggap menjadi bakal epidermis dan daerah persyarafan, pergerakannya ke depan, ke belakang dan ke samping dari sumbu yang akan menjadi embrio.  Selain itu, emboli merupakan pergerakan sel yang arahnya menuju ke bagian dalam, terutama di bagian sumbu bakal embrio. Akhir dari stadia gastrulasi apabila kuning telur sudah tertutup oleh lapisan sel.
Setelah pembentukan perisai, maka pada saat delapan jam empat puluh sembilan  menit setelah pembuahan,  terjadi  organogenesis.  Organogenesis  dengan  terbentuknya  bagian-bagian  seperti notokorda dari embrio yang memanjang disisi kuning telur, bagian kepala terletak di kutub anima, bagian ekor di bagian kutub vegetatif dan somit yang belum jelas, sehingga bentuk tubuh embrio melengkung hampir di seluruh kuning telur dan semua ini masih transparan.
Organ-organ yang terbentuk dari jaringan neural antara lain adalah otak, mata, bagian alat pencernaan makanan dan kelenjarnya serta sebagian kelenjar endokrin. Organogenesis merupakan proses pembentukan organ-organ yang berhubungan dengan notokord axial. Proses organogenesis ini berlangsung lebih lama dibanding dengan stadia-stadia lainya. Proses organogenesis telur ikan mandarin berjalan selama empat jam tujuh menit. Bila dibandingkan dengan organogenesis pada telur ikan redfin shark yang memerlukan waktu tigas belas jam dua puluh lima menit, maka proses organogenesis pada telur ikan mandarin berlangsung lebih cepat. Tiga puluh Sembilan menit kemudian, pergerakan embrio bertambah cepat, yang diikuti dengan bertambah panjangnya ekor pada embrio.

Pertumbuhan Dan Perkembangan Gonad Ikan
Kematangan gonad adalah tahapan tertentu perkembangan gonad sebelum dan sesudah memijah. Selama proses reproduksi, sebagian energi dipakai untuk perkembangan gonad. Bobot gonad ikan akan mencapai maksimum sesaat ikan akan memijah kemudian akan menurun dengan cepat selama proses pemijahan berlangsung sampai selesai. Semakin meningkat tingkat kematangan gonad, diameter telur yang ada dalam gonad akan menjadi semakin besar. Kematangan seksual pada ikan dicirikan oleh perkembangan diameter rata-rata telur dan melalui distribusi penyebaran ukuran telurnya.
Perkembangan gonad yang semakin matang merupakan bagian dari reproduksi ikan sebelum terjadinya pemijahan. Sebelum terjadinya pemijahan, sebagian besar hasil metabolisme dalam tubuh dipergunakan untuk perkembangan gonad. Pada saat ini gonad semakin bertambah berat diikuti dengan semakin bertambah besar ukurannya termasuk diameter telurnya. Berat gonad akan mencapai maksimum pada saat ikan akan berpijah, kemudian berat gonad akan menurun dengan cepat selama pemijahan berlangsung sampai selesai. Peningkatan ukuran gonad atau perkembangan ovarium disebabkan oleh perkembangan stadia oosit, pada saat ini terjadi perubahan morfologi yang mencirikan tahap stadianya.
Pada saat perkembangan kematangan gonad semua proses metabolisme dalam tubuh ikan terkonsentrasi pada perkembangan gonad. Perubahan struktur gonad dapat digunakan untuk menentukan tingkat kematangan gonad. Gonad yang berkembang secara visual mudah diamati karena gonad akan berkorelasi dengan perkembangan telur dan sperma. Pada ikan betina gonad dapat bertambah berat 10% sampai dengan 25%, sedangkan pada ikan jantan bertambah 5% sampai dengan 15%.
Penentuan TKG secara morfologi dapat dilihat dari bentuk, panjang, berat dan warna serta perkembangan isi gonad, sedangkan histologi dapat dilihat dari anatomi perkembangan gonadnya. Perkembangan gonad yang semakin matang merupakan bagian dari proses reproduksi ikan betina dimana perkembangan gonad tersebut terjadi akibat proses vitellogenesis yaitu proses pegendapan telur kuning telur pada tiap-tiap individu telur ikan. Perkembangan gonad yang semakin matang merupakan bagian dari reproduksi ikan sebelum terjadi pemijahan. Selama itu sebagian besar hasil metabolisme tertuju pada perkembangan gonad.
Informasi mengenai tingkat kematangan gonad diperlukan untuk mengetahui perbandingan ikan yang matang gonad dengan ikan yang belum matang gonad dari stok ikan di perairan, selain itu dapat mengetahui waktu pemijahan, lama pemijahan dalam setahun, frekuensi pemijahan dan umur atau ukuran ikan pertama kali matang gonad. Ukuran matang gonad tiap spesies ikan berbeda-beda dan juga pada spesies yang sama jika tersebar pada lintang yang berbeda lebih dari lima derajat akan mengalami perbedaan ukuran dan umur pertama kali matang gonad. Faktor yang mempengaruhi saat pertama kali ikan matang gonad ada dua yaitu faktor luar seperti suhu dan arus serta faktor dalam seperti umur, jenis kelamin, perbedaan spesies, ukuran dan sifat-sifat fisiologis ikan seperti kemampuan beradaptasi dengan lingkungan.
Histologi berarti suatu ilmu yang menguraikan struktur dari hewan secara terperinci dan hubungan antara struktur pengorganisasian sel dan jaringan serta fungsi-fungsi yang mereka lakukan. Cara pembuatan preparat histologis disebut mikroteknik. Pembuatan preparat dari suatu jaringan dimulai dengan operasi, biopsi atau autopsi. Jaringan yang diambil kemudian diproses dengan fiksasi yang akan menjaga agar preparat tidak akan rusak (bergeser posisinya, membusuk, atau rusak). Sampel jaringan yang telah terfiksasi direndam dalam cairan etanol (alkohol) bertingkat untuk menghilangkan air dalam jaringan (dehidrasi). Selanjutnya sampel dipindahkan ke dalam toluena untuk menghilangkan alkohol (dealkoholisasi). Langkah terakhir yang dilakukan adalah memasukkan sampel jaringan ke dalam parafin panas yang menginfiltrasi jaringan. Selama proses yang berlangsung selama 12-16 jam ini, jaringan yang awalnya lembek akan menjadi keras sehingga lebih mudah dipotong menggunakan mikrotom. Pemotongan dengan mikrotom ini akan menghasilkan lapisan dengan ketebalan 5 mikrometer. Lapisan ini kemudian diletakkan di atas kaca objek untuk diwarnai             
Pengamatan kematangan gonad dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain dengan membuat irisan gonad dan diamati struktur histologisnya, melihat morfologi gonad secara visual. Pengamatan morfologi gonad pada ikan betina berupa: bentuk ovarium, besar-kecilnya ovarium, pengisian ovarium dalam rongga tubuh, warna ovarium, halus-tidaknya ovarium, secara umum ukuran telur dalam ovarium, kejelasan bentuk dan warna telur dengan bagianbagiannya, ukuran (garis tengah) telur, dan warna telur. Sedangkan untuk ikan jantan yang diamati berupa : bentuk testis, besar-kecilnya testis, pengisian testis dalam rongga tubuh, warna testis, keluar-tidaknya cairan dari testis (dalam keadaan segar)
Perkembangan gonad ikan betina terdiri atas beberapa tingkat yang dapat didasarkan atas pengamatan secara mikroskopis dan makroskopis. Secara mikroskopis perkembangan telur diamati untuk menilai perkembangan ovarium antara lain tebal dinding indung telur, keadaan pembuluh darah, inti butiran minyak dan kuning telur. Secara makroskopis perkembangan ovarium ditentukan dengan mengamati warna indung telur, ukuran butiran telur dan volume rongga perut ikan.
Menurut Diana (2007), tingkat kematangan gonad (TKG) secara umum adalah sebagai berikut: TKG I (immature), TKG II (maturing), TKG III (maturing ripe), TKG IV (ripe), dan TKG V (spent) dengan deskripsi :
TKG
Tahapan
Visual
Mikroskopis
I
Immature
Ovari kecil dan testis 1/3 dari rongga badan, bentuk telur oval. Warna ovari merah muda, transparan, testis keputihan.
Telur kecil, tidak nampak oleh mata telanjang, diameter 1-16 mm, transparan.
II
Maturing
Ovari kecil dan testis 1/2 dari rongga badan, memanjang. Warna ovari merah muda, transparan, testis keputihan agak simetris.
Telur tidak tampak oleh mata telanjang, telur jernih, ukuran diameter 10-21mm.
III
Maturing
Ripe
Ovari kecil dan testis 1/2-2/3 dari rongga badan, kanan dan kiri gonad tidak simetris. Warna ovari kuning, tampak granula dan pembuluh darah di permukaan, testis warna keputihan.
Telur tampak buram tidak transparan, ukuran diameternya 29-52 mm.
IV
Ripe
Ovari dan testis 2/3 sampai penuh dalam rongga badan, warna orange-merah muda, testis abu abu dan lembut.
Telur masak semi transparan, ukuran diameternya 45- 70 mm.
V
Spent
Ovari dan testis 2/3 sampai penuh dalam rongga badan, warna orange-merah muda, pembuluh darah di permukaan, testis abuabu dan lembut.
Telur masak semi transparan, ukuran diameternya 51- 93 mm.
Ada dua cara penentuan TKG yaitu secara histologis dan morfologis. Cara histologis dengan pengamatan di laboratorium, yang kedua adalah cara morfologi dengan pengamatan di laboratorium dan lapangan. Penentuan panjang ikan pertama kali matang gonad (Lm) dapat menggunakan sebaran frekuensi proporsi gonad yang telah matang. Analisis data sebaran frekuensi tersebut dapat dilakukan dengan cara: a. Menentukan jumlah kelas dan selang kelas yang diperlukan; b. Menentukan lebar selang kelas; c. Menghitung frekuensi ikan secara keseluruhan dan frekuensi TKG III dan IV pada selang kelas panjang yang sudah ditentukan; d. Menentukan proporsi antara TKG III dan IV terhadap frekuensi total tiap selang kelas yang sudah ditentukan; e. Memplotkan pada sebuah grafik dengan panjang ikan sebagai sumbu horizontal dan proporsi gonad matang sebagai sumbu vertikal.
Sampel gonad ditimbang dengan ketelitian 0,001 g dan diawetkan dengan formalin 10%. Untuk membuat preparat histologi, sampel gonad yang telah diawetkan tersebut dikeringkan/ditiriskan, dipotong melintang dan direndam dalam alkohol 70%. Untuk proses histologi setiap sampel didehidrasi dengan menggunakan alkohol berseri, dijernihkan dengan xylene, dan dipendam dalam parafin. Selanjutnya gonad diiris setebal 6 mikron dan diberi pewarnaan hematoxylen dan eosin. Histologi gonad yang sudah siap diamati dibawah mikroskop untuk ditentukan tingkat kematangannya.



KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan           
Kesimpulan dari makalah ini adalah  :
1.     Pertumbuhan adalah Proses pertambahan volume dan jumlah sel sehingga ukuran tubuh makhluk hidup tersebut bertambah besar dan perkembangan adalah proses perubahan menuju kedewasaan melalui proses pertumbuhan dan diferensiasi.
2.   Perkembangan  embrio  pada  fase  cleave  sampai  dengan  embrio  keluar  dari  cangkang  menjadi individu baru.Selama  perkembagan  embrio  berlangsung  selama  sebelas  jam  setelah  pembuahan,  terjadi pembentukan organogenesis dari embrio ikan.
3.     Kematangan gonad adalah tahapan tertentu perkembangan gonad  dalam proses reproduksi. Kematangan seksual pada ikan dicirikan oleh perkembangan diameter rata-rata telur dan melalui distribusi penyebaran ukuran telurnya












DAFTAR PUSTAKA
Ahyar, F. D. 2008.   makalah Lengkap Makalah Ikhtiologi. Universitas Tadulako, Palu.
Asma, N., Z. A. Muchlisin , I. Hasri. 2016. Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Peres (Osteochilus vittatus) Pada Ransum Harian Yang Berbeda. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan dan Perikanan Unsyiah. Vol. 1(1): 1-11
Asran. 2014.   makalah Lengkap  Makalah Reproduksi Ikan. Universitas Halu Oleo, Kendari.
Cindelaras, S., A. B. Prasetio, dan E. Kusrini.2015. Perkembangan Embrio Dan Awal Larva Ikan Cupang Alam (Betta imbellis LADIGES 1975). Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Ikan Hias.  Vol. 1(1): 1-10.
Imanuel, G. Pattipeilohy, A. Gani, H. Tahang. 2015. Perkembangan Embriogenesis  Ikan Mandarin (Synchiropus splendidus)  Peneliti Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar, Bogor.
Lucas, W. G. F., Kalesaran, O. J dan Lumenta, C. 2015.  Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Larva Gurami (Osphronemus Gouramy) dengan Pemberian Beberapa Jenis Pakan. Jurnal Budidaya Perairan. Vol. 3 (2) : 19 – 28.
Mauluddin. 2009. Studi Mengenai Morfologi dan Komposisi Sel Testikular Ikan Gurame Osphronemus Gouramy Lac. Skripsi. Institut Pertanian Bogor.
Naibaho, P. 2011. Sifat Seksual Primer dan Sekunder. Universitas Padjadjaran, Jatinangor.
Nirmala, K dan Rasmawan. 2010. Kinerja Pertumbuhan Ikan Gurame (Osphronemus Goramy Lac.) yang Dipelihara pada Media Bersalinitas dengan Paparan Medan Listrik. Jurnal Akuakultur Indonesia. Vol. 9 (1) : 46–55.
Nurhuda, A. 2012. Perikanan Tingkat Kematangan Gonad dan Seksualitas Ikan Kan Tambakan (Helostoma Temmincki). Universitas Riau, Pekanbaru.
Ramadhani, T. 2015. Seksualitas dan Kematangan Gonad Ikan Pari. Universitas Malikussaleh,             Aceh Utara.
Shafiq, M. 2015. Pengenalan Morfometrik Tubuh Ikan yang Berbeda. Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto.
Surono, J. 2015.   makalah Mingguan Makalah Ikhtiologi. Universitas Jambi, Jambi.
Verawati, Y., Muarif dan Mumpuni, F. S. 2015.  Pengaruh Perbedaan Padat Penebaran Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Gurami (Osphronemus Gouramy) Pada Sistem Resirkulasi. Jurnal Mina Sains.Vol. 1 (1). ISSN: 2407-9030.
Zainudin. 2011. Fekunditas dan Diameter Telur.Universitas Riau, Pekanbaru.