Senin, 29 April 2013

Sulfur


A.    Pengertian Sulfur
                  Menurut Genesis, belerang sudah lama dikenal oleh nenek moyang sebagai batu belerang. Belerang atau sulfur adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang S dan nomor atom 16. Bentuknya adalah non-metal yang tak berasa, tak berbau dan multivalent. Belerang, dalam bentuk aslinya, adalah sebuah zat padat kristalin kuning. Belerang ditemukan dalam meteorit. R.W. Wood mengusulkan bahwa terdapat simpanan belerang  pada daerah gelap di kawah Aristarchus. Belerang terjadi secara alamiah di sekitar daerah pegunungan dan hutan tropis.  Sulfir tersebar di alam sebagai pirit, galena, sinabar, stibnite, gipsum, garam epsom, selestit, barit dan lain-lain.
                  Di alam, belerang dapat ditemukan sebagai unsur murni atau sebagai mineral- mineral sulfide dan sulfate. Ia adalah unsur penting untuk kehidupan dan ditemukan dalam dua asam amino. Penggunaan komersilnya terutama dalam fertilizer namun juga dalam bubuk mesiu, korek api, insektisida dan fungisida.
B.     Sifat – sifat dari Sulfur
               Belerang berwarna kuning pucat, padatan yang rapuh, yang tidak larut dalam air tapi mudah larut dalam CS2 (karbon disulfida).  Dalam berbagai bentuk, baik gas, cair maupun padat, unsur belerang terjadi dengan bentuk alotrop yang lebih dari satu atau campuran.  Dengan bentuk yang berbeda-beda,  akibatnya sifatnya pun berbeda-beda dan keterkaitan antara sifat dan bentuk alotropnya masih belum dapat dipahami. Pada tahun 1975, ahli kimia dari Universitas Pensilvania melaporkan pembuatan polimer belerang nitrida, yang memiliki sifat logam, meski tidak mengandung atom logam sama sekali. Zat ini memiliki sifat elektris dan optik yang tidak biasa. Belerang dengan kemurnian  99.999+% sudah tersedia secara komersial.
               Belerang amorf atau belerang plastik diperoleh dengan pendinginan dari kristal secara mendadak dan cepat. Studi dengan sinar X menunjukkan bahwa belerang amorf memiliki struktur helik dengan delapan atom pada setiap spiralnya. Kristal belerang diduga terdiri dari bentuk cincin dengan delapan atom belerang, yang saling menguatkan sehingga memberikan pola sinar X yang normal.
Sifat fisik dan kimia pada belerang
Sifat Fisika

                  Unsur  belerang bentuknya non-metal yang tidak berasa dan tidak berbau. pada umumnya berbentuk padatan kuning dengan titik leleh 112,8 C. Bila belerang  dipanaskan  akan mencair dan saat didinginkan menjadi seperti karet . Belerang juga berbentuk molekuler, larut dalam CS2. MOlekul S2 dan S3 ada dalam fase gas. Unsur khalkogen dalam asam sulfat menunjukkan warna biru, merah, dan kuning. Spesi polikation S42+, S64+,S42+ memberikan warna ini. Masa jenis pada suhu kamar adalah α=2.07 g/cm3, β=1.96  g/cm3, ɣ=1.92 g/cm3, titik didih= 717,8 K

Sifat Kimia

  Belerang  merupakan unsur  khalkogen. Keelektronegativannya lebih rendah dari keelektronegativan oksigen, senyawa ini menunjukkan derajat ion yang lebih rendah dan kenaikan  derajat kekovalenan ikatan dan akibatnya derajat ikatan hydrogennya menjadi lebih kecil. Unsur belerang mempunyai banyak alotrop seperti S2, S3, S6, S7, S8, S9, S10, S11, S12, S18, dan S… yang menecerminkan kemampuan katenasi atom belerang. Elektronegativitas atom belerang = 2.58 (skala pauling) dan jari-jari atomnya = 100 pm.



Keterangan Umum Unsur
sulfur, S, 16
16, 3, p
kuning lemon
Description: Sulfur.jpg
32.065(5)  g/mol
[Ne] 3s2 3p4
Jumlah elektron tiap kulit
2, 8, 6





Ciri-ciri fisik
(alpha) 2.07 g/cm³
(beta) 1.96 g/cm³
(gamma) 1.92 g/cm³
1.819 g/cm³
388.36 K
(115.21 °
C, 239.38 °F)
717.8 K
(444.6 °
C, 832.3 °F)
1314 K, 20.7 MPa
(mono) 1.727 kJ/mol
(mono) 45 kJ/mol

(25 °C) 22.75 J/(mol·K)
P/Pa
1
10
100
1 k
10 k
100 k
pada T/K
375
408
449
508
591
717
Ciri-ciri atom
Orthorhombic
−1, ±2, 4, 6
(strongly
acidic oxide)
ke-1: 999.6 kJ/mol
ke-2: 2252 kJ/mol
ke-3: 3357 kJ/mol
Jari-jari atom (terhitung)
Lain-lain




no data
(20 °C) (amorphous)
2×1015 Ω·m
(300 K) (amorphous)
0.205 W/(m·K)
7.7 GPa
2.0
7704-34-9

Isotop
DE (MeV)
32S
95.02%
S stabil dengan 16 neutron
33S
0.75%
S stabil dengan 17 neutron
34S
4.21%
S stabil dengan 18 neutron
35S
0.167
35Cl
36S
0.02%
S stabil dengan 20 neutron

C.    Proses pembuatan Sulfur

                  Belerang dihasilkan secara komersial dari sumber mata air hingga endapan garam yang melengkung sepanjang Lembah  Gulf di Amerika Serikat. Menggunakan proses Frasch, air yang dipanaskan masuk ke dalam sumber mata air untuk mencairkan belerang, yang kemudian terbawa ke permukaan. Belerang juga terdapat pada gas alam dan minyak mentah, namun belerang harus dihilangkan dari keduanya. Awalnya hal ini dilakukan secara kimiawi, yang akhinya membuang belerang. Namun sekarang, proses yang baru memungkinkan untuk mengambil kembali belerang yang terbuang. Sejumlah besar belerang diambil dari ladang gas Alberta.


Proses ekstraksi
proses untuk mengekstraksi belerang dijelaskan sebagai berikut.
  1. Proses Frasch. Cadangan bawah tanah belerang biasanya terdapat pada kedalaman antara 150-750 m dan tebalnya kira-kira 30 m. Pipa berdiameter 20 cm dimasukkan hingga ke dasar endapan belerang. Pipa lain yang lebih kecil, berdiameter 10 cm dan lebih pendek dimasukkan dalam pipa pertama. Pipa terakhir, bediameter 2,5 cm dimasukkan ke dalam pipa kedua. Pipa terakhir mempunyai panjang setengah dari pipa pertama (lihat gambar di bawah ini).Mula-mula air bersuhu 165oC dialirkan ke bawah melalui pipa pertama. Air panas ini akan melelehkan belerang di sekitarnya dan mendorong cairan belerang naik melalui pipa. Air bertekanan tinggi dipompa melalui pipa yang paling kecil, menghasilkan buih bermassa jenis kecil yang akan naik ke permukaan tanah melewati pipa berukuran sedang. Buih ini mengandung belerang, udara, dan air. Di permukaan tanah, campuran ini didinginkan dan menghasilkan kristal belerang berwarna kuning dari cairannya yang berwarna ungu. Kristal belerang dihancurkan dengan dinamit menjadi pecahan yang berukuran lebih kecil sehingga mudah diangkut ke tempat lain.
  1. Proses Claus. Pada proses Claus, mula-mula gas alam dialirkan dalam etanol amin, HOCH2CH2NH2 dan terjadi reaksi: HOCH2CH2NH2(l) + H2S(g) HOCH2CH2NH3+ + HS- Setelah dipisahkan, campuran kemudian dipanaskan sehingga H2S dilepaskan sebagai gas. Gas ini kemudian dicampur dengan gas oksigen untuk membakar sepertiga H2S menjadi gas SO2 dan air. Gas SO2 bereaksi dengan H2S sisa membentuk belerang dan air. 2H2S + 3O2→ 2SO2 + 2H2O4H2S + 2SO2 → 6S + 4H2O
  1. Pemanasan Pirit. Pirit dipanaskan tanpa udara akan menyebabkan dekomposisi S22- menjadi belerang dan FeS. FeS2 → FeS + S



SUMBER SULFUR 
Belerang adalah unsur keempat belas terbanyak dalam kerak bumi. Dalam bentuk unsur keempat belas, belerang terdapat dalam kawah gunung berapi danendapan bawah tanah di daerah vulkanik. Sebagai senyawanya, belerang terdapatdalam berbagai mineral sulfat SO42-
seperti gips (CaSO4.2H2O), garam epsom(MgSO4)
serta dalam bentuk molekul-molekul pada beberapa bahan organik,mustard, telur, rambut, protein, dan bawang putih.Belerang juga dapat diperoleh dari minyak bumi dan batu bara. Belerangyang terkandung dalam minyak bumi dan batu bara menimbulkan masalahlingkungan, karena pembakaran bahan-bahan tersebut menghasilkan oksida-oksida belerang yang mencemari udara. Oleh karena itu, belerang tersebutdipisahkan terlebih dahulu dan proses ini menjadi salah satu sumber produksi belerang

Kegunaan :
1. Unsur Belerang Kegunaan: proses pembuatan asam sulfat, pembuatan bubuk mesiu, insektisida dan proses vulkanisasi ban kendaraan bermotor, pembuatan pulp kertas, pembuatan obat penyakit kulit / jerawat.
2.       Senyawa Belerang Kegunaan: - SO2 : sebagai fungisida (anti jamur), fumigant (anti serangga), pengawet makanan (jumlah sangat kecil) -Natrium Tiosulfat Pentahidrat (Na2S2O3 . 5H2O): proses pencucian film (Merk Hipo). -H2SO4: sebagai pelarut, pengisis aki, pembuatan garam fosfat, pembuatan pupuk, pengolahan minyak & pewarnaan tekstil.
















TUGAS KIMIA


TENTANG SULFUR 

                 
                                             DISUSUN

OLEH:

EDDIE SATRIA HARTONO

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA Asam – Basa


Kata  Pengantar
Puji dan syukur kami ucapkan kehadiran tuhan yang maha esa, karena atas berkat dan karunianya, penulis dapat menyelesaikan tugas bidang study Kimia, yang diberikan oleh guru pembimbing kepada penulis untuk dapat diselesaikan dengan sebaik mungkin.
Adapun judul dari laporan ini adalah “Asam-Basa”. Laporan ini penulis susun setelah melakukan penelitian mengenai judul tersebut. Melalui laporan ini, penulis berharap agar kita dapat lebih memahami dan mengerti mengenai asam-basa.
Tidak lupa pula penulis ucapkan terimakasih banyak kepda teman-teman serta guru pembimbing yang dengan setia mendampingi, memberi semangat dan mengajari sipenulis untuk menyusun laporan ini.
Penulis juga sangat menyadari bahwa lapran ini masih sangat jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangatlah penulis harapkan dari para pembaca, agar laporan ini dapat menjadi lebih baik lagi. Untuk itu, penulis mengucapkan terima kasih banyak kepada para pembaca.

Pancur Batu, Februari 2012

Penulis

















ii
LAPORAN  PRAKTIKUM  KIMIA

I.             Judul percobaan :  Asam – Basa

II.           Tujuan Percobaan :    Untuk menentukan derajat  keasaman (pH) dari beberapa larutan asam – basa.                                                                                                              

III.         Alat-alat  dan  Bahan :
a.    Alat-alat : - pH universal
              - Beaker Glass
              - Batang Pengaduk
              - Tisue
              - Brus tabung
              - Rinso        

            b. Bahan-bahan : - H2SO4  1 M                              - Coca-Cola
                             - NaOH 1 M                             -Larutan semangka
                             - Ba(OH) 2                                                      - Larutan jeruk nipis
                             - Larutan  Jambu air                - Larutan Kuini
                             - Larutan Sirsak                       - Larutan Bengkoang     
                             - Larutan Nenas                      - Larutan Terong belanda
                             - Larutan Busa sabun              - Larutan Timun
                             - Larutan Jeruk manis             - Larutan Kapur sirih
                              - Larutan Sprite                     - Larutan Air batre
                             - Larutan Belimbing








1
IV.      TeorI

A. MENURUT ARRHENIUS
  Menurut teori Arrhenius, zat yang dalam air menghasilkan ion H + disebut asam danbasa adalah zat yang dalam air terionisasi menghasilkan ion OH - .
HCl --> H + + Cl -
NaOH --> Na + + OH -
Sampai sekarang teori Arrhenius masih tetap berguna meskipun hal tersebut merupakan model paling sederhana. Asam dikatakan kuat atau lemah berdasarkan daya hantar listrik molar. Larutan dapat menghantarkan arus listrik kalau mengandung ion, jadi semakin banyak asam yang terionisasi berarti makin kuat asamnya. Asam kuat berupa elektrolit kuat dan asam lemah merupakan elektrolit lemah. Teori Arrhenius memang perlu perbaikan sebab dalam kenyataan pada zaman modern diperlukan penjelasanyang lebih bisa diterima secara logik dan berlaku secara umum. Sifat larutan amoniak diterangkan oleh teori Arrhenius sebagai berikut:
NH 4 OH --> NH 4 + + OH -
Jadi menurut Svante August Arrhenius (1884) asam adalah spesi yang mengandung H + dan basa adalah spesi yang mengandung OH -, dengan asumsi bahwa pelarut tidak berpengaruh terhadap sifat asam dan basa.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa:
Asam ialah senyawa yang dalam larutannya dapat menghasilkan ion H + .Basa ialah senyawa yang dalam larutannya dapat menghasilkan ion OH -.Contoh:
1) HCl(aq) --> H + (aq) + Cl - (aq)
2) NaOH(aq) --> Na + (aq) + OH - (aq)
 B. MENURUT BRONSTED-LOWRY
        Asam ialah proton donor, sedangkan basa adalah proton akseptor.
Konsep asam basa yang lebih umum diajukan oleh Johannes Bronsted, basa adalah zat yang dapat menerima proton. Ionisasi asam klorida dalam air ditinjau sebagai perpindahan proton dari asam ke basa.
HCl + H 2 O --> H 3 O + + Cl             

2


















Demikian pula reaksi antara asam klorida dengan amoniak, melibatkan perpindahan proton dari HCl ke NH 3 .
HCl + NH 3 NH 4 + + Cl -
Ionisasi asam lemah dapat digambarkan dengan cara yang sama.
HOAc + H 2 O H 3 O + + OAc -
Pada tahun 1923 seorang ahli kimia Inggris bernama T.M. Lowry juga mengajukan hal yang sama dengan Bronsted sehingga teori asam basanya disebut Bronsted-Lowry. Perlu diperhatikan disini bahwa H + dari asam bergabung dengan molekul air membentuk ion poliatomik H 3 O + disebut ion Hidronium.  Reaksi umum yang terjadi bila asam dilarutkan ke dalam air adalah:
HA + H 2 O H 3 O + + A
basa asam konjugasi basa konjugasi
Penyajian ini menampilkan hebatnya peranan molekul air yang polar dalam menarik proton dari asam. Perhatikanlah bahwa asam konjugasi terbentuk kalau proton masih tinggal setelah asam kehilangan satu proton. Keduanya merupakan pasangan asam basa konjugasi yang terdi dari dua zat yang berhubungan satu sama lain karena pemberian proton atau penerimaan proton.
Johannes N. Bronsted dan Thomas M. Lowry membuktikan bahwa tidak semua asam mengandung ion H + dan tidak semua basa mengandung ion OH - .
Bronsted – Lowry mengemukakan teori bahwa asam adalah spesi yang memberi H + ( donor proton ) dan basa adalah spesi yang menerima H + (akseptor proton). Jika suatu asam memberi sebuah H + kepada molekul basa, maka sisanya akan menjadi basa konjugasi dari asam semula. Begitu juga bila basa menerima H + maka sisanya adalah asam konjugasi dari basa semula.
Teori Bronsted – Lowry jelas menunjukkan adanya ion Hidronium (H3O+) secara nyata.
Contoh:
  HF + H 2 O H 3 O + + F
 Johannes N. Bronsted dan Thomas M. Lowry membuktikan bahwa tidak semua asam mengandung ion H + dan tidak semua basa mengandung ion OH.

3
Bronsted – Lowry mengemukakan teori bahwa asam adalah spesi yang memberi H + ( donor proton ) dan basa adalah spesi yang menerima H + (akseptor proton). Jika suatu asam memberi sebuah H + kepada molekul basa, maka sisanya akan menjadi basa konjugasi dari asam semula. Begitu juga bila basa menerima H + maka sisanya adalah asam konjugasi dari basa semula.
Teori Bronsted – Lowry jelas menunjukkan adanya ion Hidronium (H3O+) secara nyata.
Contoh:
  HF + H 2 O H 3 O + + F -
Asam basa asam konjugasi basa konjugasi
HF merupakan pasangan dari F - dan H 2 O merupakan pasangan dari H 3 O + .
Air mempunyai sifat ampiprotik karena dapat sebagai basa dan dapat sebagai asam.
HCl + H 2 O --> H 3 O + + Cl -
Asam Basa
NH 3 + H 2 O NH 4 + + OH -
Basa Asam  :Manfaat dari teori asam basa menurut Bronsted – Lowry adalah sebagai berikut: 1. Aplikasinya tidak terbatas pada pelarut air, melainkan untuk semua pelarut yang mengandunh atom Hidrogen dan bahkan tanpa pelarut.
2. Asam dan basa tidak hanya berwujud molekul, tetapi juga dapat berupa anion dan kation.  
Contoh lain:
1) HAc(aq) + H 2 O(l) --> H 3 O+(aq) + Ac - (aq)
asam-1 basa-2 asam-2 basa-1
HAc dengan Ac - merupakan pasangan asam-basa konyugasi.
H 3 O+ dengan H 2 O merupakan pasangan asam-basa konyugasi.
2) H 2 O(l) + NH 3 (aq) --> NH 4 + (aq) + OH - (aq)
asam-1 basa-2 asam-2 basa-1
H 2 O dengan OH - merupakan pasangan asam-basa konyugasi.
NH 4 + dengan NH 3 merupakan pasangan asam-
basa
4
Pada contoh di atas terlihat bahwa air dapat bersifat sebagai asam (proton donor) dan sebagai basa (proton akseptor). Zat atau ion atau spesi seperti ini bersifat ampiprotik (amfoter).
Penulisan Asam Basa Bronsted Lowry
http://media.ohlog.com/sahri_as-bs-bl.jpg
C. Menurut G. N. Lewis
Selain dua teori mengenai asam basa seperti telah diterangkan diatas, masih ada teori yang umum, yaitu teori asam basa yang diajukan oleh Gilbert Newton Lewis ( 1875-1946 ) pada awal tahun 1920. Lewis lebih menekankan pada perpindahan elektron bukan pada perpindahan proton, sehingga ia mendefinisikan : asam penerima pasangan elektron dan basa adalah donor pasangan elekton. Nampak disini bahwa asam Bronsted merupakan asam Lewis dan begitu juga basanya. Perhatikan reaksi berikut: Reaksi antara proton dengan molekul amoniak secara Bronsted dapat diganti dengan cara Lewis. Untuk reaksi-reaksi lainpun dapat diganti dengan reaksi Lewis, misalnya reaksi  antara proton dan ion Hidroksida:  Ternyata teori Lewis dapat lebih luas meliput reaksi-reaksi yang tidak ternasuk asam basa Bronsted-Lowry, termasuk kimia Organik misalnya:CH 3 + + C 6 H 6 C 6 H 6 CH 3 +

Asam ialah akseptor pasangan elektron, sedangkan basa adalah Donor pasangan elektron.
Contoh:

                       http://media.ohlog.com/sahri_lws2.jpg
asam Lewis

5
http://media.ohlog.com/sahri_as-lbs-ewis.jpg

Asam-Basa Lewis

 KONSEP Ph,pOH dan pKw
Sorensen (1868-1939),seorang ahli kimia dari Denmark,mempunyai ide cemerlang tentang tingkat keasaman suattu zat.Ia mengajukan konsep pH untuk menyatakan tingkat keasaman larutan.
a.   pH
Derajat atau tingkat keasaman larutan bergantung pada konsentrasi ion H+ dalam larutan.Semakin besar konsentrasi ion H+,semakin asam larutan tersebut.Nilai konsentrasi ion H+ tersebut sering kali sangat kecil.
Untuk menyederhanakan penulisan,Sorensen mengusulkan konsep pH untuk menyatakan konsentrasi ion H+,yaitu sama dengan negative logaritma konsentrasi ion H+.Secara matematika nilai pH diungkapkan dengan persamaan :
                        pH = -log [H+]
b.Hubungan Tingkat keas
b.Hubungan Tingkat keasaman dengan pH
Tingkat keasaman suatu larutan berbanding terbalik dengan nilai pH.Artinya,semakin asam larutan,maka semakin kecil nilai pH –nya,dan sebaliknya.Hal itu terjadi karena pH dan konsentrasi ion H+ dihubungkan dengan tanda negative.Selanjutnya,karena bilangan dasar logaritma adalah 10,maka larutan yang nilai pH-nya berbeda sebesar n mempunyainperbedaan konsentrasi ion H+ sebesar 10 pangkat n.   Semakin besar konsentrasi ion H+,semakin kecil nilai pH.Larutan dengan pH=1 adalah 10 kali lebih asam daripada larutan dengan pH=2.
a.   pOH
Konsentrasi ion OH- dapat dinyatakan dengan cara yang sama,yaitu pOh
                        pOH = -log [OH-]
   Meskipun nilai [OH-] dapat dinyatakan dengan pOH,tingkat kebasaan lazimnya juga dinyatakan dengan pH .Larutan basa mempunyai pH > 7.Semakin tinggi pH,semakin bertambah sifat basa.Larutan dengan pH = 13 ( pOH = 1 ) adalah 10 kali lebih basa dari larutan dengan pH = 12 ( pOH = 2 ).
6
V. Cara  kerja :
- Masukkan larutan yang hendak diukur pH-nya kedalam beaker glass.
- Masukkan Kertas lakmus merah dan biru kedalam larutan, catat perubahan warnanya.
- Masukkan pH universal kedalam larutan, catat harga pH-nya.
-  Lakukan hal yang sama pada larutan yang lain.
VI. Data Pengamatan
No
Larutan
Lakmus merah
Lakmus Biru
pH
1
H2SO4    1 M
merah
merah
1
2
NaOH   1 M
biru
biru
14
3
Ba(OH)2
biru
biru
12
4
Larutan  jambu air
merah
merah
5
5
Larutan Jeruk nipis
merah
merah
3
6
Larutan  kuini
merah
merah
4
7
Larutan Jeruk Manis
merah
merah
4
8
Larutan Sirsak
merah
merah
4
9
Larutan Kapur sirih
Biru
Biru
12
10
Larutan Timun
merah
merah
6
11
Larutan Bengkoang
merah
merah
6
12
Coca cola
merah
merah
3
13
Larutan Semangka
merah
merah
5
14
Larutan Belimbing
merah
merah
4
15
Sprite
merah
merah
4
16
Air Baterai
merah
merah
2
17
Larutan Nenas
merah
merah
3

18
Larutan Terong Belanda
merah
merah
3

19
Larutan Busa Sabun
biru
biru
10


VII. Kesimpulan :
® Asam Kuat (pH 0-4)     : H2SO4, Larutan jeruk nipis,Larutan sirsak, larutan jeruk manis, coca-cola, larutan kuini, larutan belimbing, larutan nenas, air baterai, sprite, larutan terong belanda.
® Asam Lemah (Ph 5-6)   : Larutan jambu air, larutan mentimun, larutan bengkoang,  dan larutan semangka.
® Netral (Ph 7)               :  - 
® Basa Kuat (pH 11-14)    : NaOH, Ba(OH)2, Larutan kapur sirih.
® Basa Lemah (pH 7,5-10): Larutan Busa sabun.
7
VIII.DAFTAR PUSTAKA
-Setyawati, Arifatun Anifah. 2007.KIMIA MENGKAJI FENOMENA ALAM UNTUK KELAS XI SMA/MA. Klaten : CEMPAKA PUTIH
-Syukri,S.1999.Kimia Dasar.Bandung:ITB
-Purba,Michael.2006.Kimia untuk SMA KELAS XI 2B. Jakarta : Erlangga
-Internet.Teori Asam-Basa.Google.com
-Justina,Sandri dan Muchtaridi.2009.Kimia 2 SMA KELAS XI.Jakarta : Yudhistira

IX. Saran-saran:
            Saran kami dalam melaksanakan penelitian ini adalah, sebaiknya fasilitas yang ada di dalam laboratorium harus lebih diperbaiki/diperlengkap lagi, agar penelitian-penelitian yang akan dilaksanakan dikemudian hari dapat berjalan lebih baik lagi.
          Kami juga menyarankan agar kita semua lebih tekun dan serius lagi dalam belajar, agar dimasa depan kita dapat menjadi orang yang membanggakan.
















8
TUGAS KIMIA
ASAM-BASA
DI
susun
OLEH :
Nama : EDDIE SATRIA HARTONO
Kelas XI IPA 2

SMA NEGERI 1 PANCUR BATU

T.A
2011/2012









Daftar Isi

1.     Kata pengantar.................................................................................... ii
2.     Daftar Isi.............................................................................................. iii
3.     Judul Percobaan.................................................................................. 1
4.     Tujuan Percobaan .............................................................................. 1
5.     Alat-alat dan bahan ............................................................................ 1
6.     Teori ................................................................................................... 2
7.     Cara Kerja ........................................................................................... 7
8.     Hasil pengamatan ............................................................................... 8
9.     Kesimpulan ......................................................................................... 9
10.                        Daftar pustaka .................................................................................... 9
11.                        Saran-saran......................................................................................... 9
















iii